
BANDA ACEH | RAKYAT ACEH – Aliya Nabila Zahiya, siswi kelas X SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, terpilih sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat Provinsi Aceh tahun 2026. Pelajar kelahiran Juni 2011 itu mengikuti ajang yang diselenggarakan DPAN Indonesia di Grand Permata Hati Hotel, Banda Aceh, Senin
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Aliya dan keluarganya. Lebih dari sekadar prestasi, gelar tersebut juga menjadi tanggung jawab bagi Aliya untuk ikut menyuarakan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Ketertarikan Aliya mengikuti ajang tersebut berawal dari keinginannya mendapatkan pengalaman baru sekaligus berkontribusi dalam mengajak sesama pelajar menjauhi narkoba. Baginya, ajang Duta Pelajar Anti Narkoba bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
“Awalnya saya mengetahui adanya ajang Duta Pelajar Anti Narkoba dan merasa tertarik untuk ikut karena saya ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus ikut berkontribusi dalam menyuarakan pentingnya menjauhi narkoba, khususnya di kalangan pelajar,” kata Aliya dalam keterangan tertulis diterima Rakyat Aceh, Selasa mala 27 Oktober 2026
Ia kemudian mengikuti serangkaian tahapan seleksi hingga mencapai babak grand final dan terpilih sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Aceh 2026. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga yang mendorongnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri.
“Alhamdulillah, ini berkat dukungan semua pihak, khususnya orang tua, pembimbing saya, dan masyarakat Aceh pada umumnya,” tuturnya.
Aliya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
“Terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta semua pihak yang sudah memberikan doa dan dukungan kepada saya selama mengikuti proses Duta Pelajar Anti Narkoba ini. Semoga saya bisa terus memberikan yang terbaik dan membawa nama Lhokseumawe dengan baik,” ujarnya.
Di lingkungan sekolah, Aliya aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia terlibat dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka. Selain itu, ia juga menekuni kegiatan tahfiz dan tahsin.
Di bidang akademik, Aliya pernah meraih peringkat Bronze dalam Olimpiade Biologi serta juara III dalam kompetisi cerdas cermat.
Beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari upayanya menyeimbangkan kegiatan akademik, organisasi, dan pengembangan minat pribadi.
Dalam mengikuti ajang Duta Pelajar Anti Narkoba, Aliya tidak hanya mempersiapkan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Ia juga berusaha membangun kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan umum, serta kesiapan mental untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain.
“Bekal yang saya bawa bukan hanya pengetahuan tentang narkoba, tetapi juga rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, keberanian untuk tampil, serta kemauan untuk terus belajar,” jelasnya.
Pembimbing: Aliya Memiliki Karakter Khas
Pembimbing Aliya, As Shifa Salsabil, yang merupakan Duta Bahasa Nasional 2023, mengatakan Aliya memiliki karakter yang kuat dan khas. Menurutnya, kemampuan Aliya berkembang melalui latihan, kebiasaan membaca, dan kemauan untuk terus belajar.
As Shifa menjelaskan, Aliya mampu bersaing dengan ratusan peserta hingga mencapai grand final Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Aceh. Perjalanan tersebut menunjukkan potensi Aliya untuk terus berkembang, terutama dalam menyampaikan pendapat dan berbicara di depan publik.
“Meski awalnya masih kesulitan menyampaikan pendapat, Aliya adalah pembelajar yang cepat. Melalui latihan dan kebiasaan membaca, kosakata serta kemampuan public speaking-nya terus berkembang,” kata As Shifa.
Ia menegaskan bahwa pendampingan yang diberikan bukan untuk mengubah karakter Aliya, melainkan membantu mengasah potensi yang telah dimilikinya.
“Saya tidak pernah berniat mengubah karakter Aliya, melainkan membantu mengasah potensinya. Saya percaya, karakter Aliya yang percaya diri dan dekat dengan generasi muda justru menjadi salah satu kekuatan yang membawanya hingga ke grand final,” tuturnya.
Aliya merupakan putri pasangan H. Yusda Rasyidin dan Fitriani. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanannya mengikuti ajang Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat Provinsi Aceh.
Yusda berharap pencapaian Aliya dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Keberhasilan Aliya juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Direktur Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Zubir, S.Si., menyampaikan kebanggaannya terhadap Aliya yang dinilai kreatif dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Saya merasa bangga sekali memiliki sosok pelajar seperti Aliya yang kreatif dan aktif berpartisipasi dalam semua kegiatan sekolah. Saya mendukung penuh Aliya untuk mengikuti kegiatan Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat Provinsi Aceh tahun 2026,” kata Zubir.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi Aliya sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Selamat mengikuti dan semoga sukses, serta bermanfaat untuk yang lain,” ujarnya.(ung)
Tidak ada komentar