x

Revitalisasi 113 Sekolah di Lhokseumawe Dikebut, Target Rampung Desember 2026

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 17:35 0 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Revitalisasi 113 sekolah yang terdampak banjir besar pada akhir 2025 di Kota Lhokseumawe, kini memasuki tahap penyelesaian. Progres fisik pekerjaan dilaporkan telah mencapai rata-rata 71 hingga 75 persen, dengan target seluruh proyek rampung pada Desember 2026.

Program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasca bencana tersebut mencakup perbaikan fasilitas pendidikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lhokseumawe, Fauzi, S.Pd., M.Pd, mengatakan berdasarkan laporan konsultan, progres fisik revitalisasi sekolah telah mencapai kisaran 70–75 persen. Sementara itu, realisasi anggaran dilaporkan sudah berada di angka sekitar 80 persen.

“Pekerjaan saat ini sudah memasuki tahap finishing. Sejumlah kegiatan yang sedang dilakukan meliputi pengecatan, perapian dinding, dan penyelesaian bagian-bagian bangunan lainnya,” kata Fauzi, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (28/10) sore.

Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya menyasar ruang belajar, tetapi juga mencakup laboratorium, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta pengadaan atau penataan mebel sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Anggaran Rp98,1 Miliar untuk 113 Sekolah

Berdasarkan rincian program, revitalisasi tersebut menyasar tiga kelompok satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp98,1 miliar.

Sebanyak 38 satuan pendidikan PAUD/TK memperoleh alokasi anggaran Rp17,6 miliar. Selanjutnya, 59 Sekolah Dasar (SD) mendapat anggaran Rp45 miliar, sedangkan 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dialokasikan Rp35,5 miliar.

Besarnya anggaran tersebut menjadikan ketepatan waktu penyelesaian, kualitas konstruksi, serta kesesuaian pekerjaan dengan kebutuhan sekolah sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan.

Dengan realisasi anggaran yang telah mencapai sekitar 80 persen, sementara progres fisik masih berkisar 70–75 persen, pengawasan terhadap kesesuaian antara pembayaran dan capaian pekerjaan tetap diperlukan. Perbedaan persentase tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah, tetapi perlu dijelaskan melalui data kontrak, termin pembayaran, dan laporan kemajuan masing-masing proyek.

Cuaca Hujan Jadi Tantangan, Target Desember Harus Terjaga

Di tengah pelaksanaan pekerjaan, kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Meski demikian, Fauzi menyebut pelaksanaan revitalisasi sejauh ini berjalan lancar.

Target penyelesaian pada Desember 2026 menjadi tenggat penting agar fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik.

Penyelesaian proyek tidak cukup hanya ditandai dengan bangunan yang tampak selesai. Kualitas pekerjaan, keamanan ruang belajar, kelayakan fasilitas sanitasi, serta kelengkapan mebel juga harus dipastikan sebelum seluruh fasilitas diserahterimakan dan digunakan kembali. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x