x

Dari Jambo Mesjid, Sitti Aman Jadi Satu-satunya Keuchik Perempuan Lhokseumawe

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Sep 2026 07:25 0 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Panggung Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) serentak 2026 di Kota Lhokseumawe melahirkan satu catatan menarik dan menjadi sejarah baru di Lhokseumawe.

 

Di tengah dominasi kandidat laki-laki, Sitti Aman tampil sebagai satu-satunya perempuan yang terpilih menjadi keuchik di kota yang berjulukan petro dollar tersebut. Sementara satu calon Keuchik perempuan lagi dari Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Murnilawati tidak terpilih.

 

Perempuan asli Gampong Jambo Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, itu berhasil merebut kepercayaan warga dalam pemilihan Keuchik yang berlangsung di Meunasah Jambo Mesjid, Ahad (20/9). Ia terpilih untuk memimpin Gampong Jambo Mesjid periode 2026–2032.

 

Sitti Aman memperoleh 171 suara, unggul atas tiga kandidat lainnya. Rusli Aghani meraih 85 suara, M. Yakob 65 suara, sedangkan Ibrahim memperoleh 165 suara.

 

Pemilihan tersebut diikuti oleh 480 warga dari total 600 pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sebanyak 120 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.

 

Bagi masyarakat Jambo Mesjid, kemenangan Sitti Aman bukan sekadar pergantian kepemimpinan di tingkat gampong. Terpilihnya perempuan sebagai keuchik sekaligus membuka babak baru bagi keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan pemerintahan gampong di Lhokseumawe.

 

Membawa Politik Pelayanan ke Tingkat Gampong

 

Sebagai pemimpin baru, Sitti Aman membawa visi yang menitikberatkan pada pelayanan masyarakat, kesehatan, kesejahteraan, serta pemberdayaan generasi muda.

 

Salah satu program yang menjadi perhatiannya adalah membantu warga yang harus menjalani pengobatan lanjutan di luar daerah. Ia mengusulkan kompensasi sebesar Rp2 juta bagi warga yang sakit dan harus dirujuk menggunakan ambulance, termasuk mereka yang harus mendapatkan perawatan di Banda Aceh.

 

Program tersebut diarahkan untuk membantu meringankan beban keluarga warga yang berobat, khususnya ketika biaya perjalanan dan kebutuhan pendampingan menjadi persoalan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat kesehatan.

 

Perhatian Sitti Aman juga menyasar kelompok lanjut usia dan warga kurang mampu.

 

Ia berkomitmen memperjuangkan warga yang membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk masyarakat yang belum memperoleh bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), agar dapat memperoleh akses bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Membuka Ruang bagi Generasi Muda

 

Bagi Sitti Aman, pembangunan gampong tidak berhenti pada pembangunan fisik dan infrastruktur.

 

Generasi muda juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam arah pembangunan Jambo Mesjid. Ia ingin membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengembangkan kegiatan positif di lingkungan gampong.

 

Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah olahraga. Kebutuhan pemuda seperti bola voli, net hingga permainan olahraga lainnya menjadi bagian dari aspirasi yang ingin didukung dalam kepemimpinannya.

 

Pendekatan tersebut menunjukkan upaya Sitti Aman untuk menjadikan pemerintahan gampong lebih dekat dengan kebutuhan warga, dari persoalan kesehatan dan kesejahteraan hingga aktivitas generasi muda.

 

Kini, amanah enam tahun telah berada di pundaknya. Dari Meunasah Jambo Mesjid, suara warga telah menentukan pilihan untuk Sitti Aman.

 

Kini, Sitti Aman pun tinggal menunggu jadwal pelantikan keuchik terpilih secara serentak di Lhokseumawe yang dijadwalkan pada awal Oktober mendatang. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x