Penjual Bonsai Keliling yang datang dari Purwokerto (Jawa Tengah) menjajakan jualanya dengan mendatangi perkantoran serta masyarakat yang ada di tengah Kota Takengon, warga Jawa Tengah ini melihat peluang penjualan bonsai di Takengon sangat menjanjikan. Eko datang dengan beberapa kawanya yang telah berada beberapa pekan di wilayah Dataran Tinggi Gayo. Foto-JurnalisaRAKYAT ACEH | TAKENGON – Sejumlah pedagang bonsai asal Purwokerto, Jawa Tengah, berkeliling menjajakan dagangannya di sejumlah lokasi di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Selain mendatangi kawasan perkantoran, mereka juga menawarkan tanaman hias di sekitar Lapangan Musara Alun.

Bonsai yang dijual memiliki harga yang relatif terjangkau dengan kondisi tanaman yang segar dan terawat.
“Kami selalu menyiram dan merawat bonsai-bonsai ini saat berada di rumah,” ujar Oke Prianto dengan logat Jawa.
Berbagai jenis tanaman bonsai mereka tawarkan, di antaranya Bambu Tasbih, Sri Rezeki, Melati, dan Okyanti. Harganya pun bervariasi dan tidak terlalu mahal. Untuk bonsai Bambu Tasbih, misalnya, dijual dengan harga Rp60.000 per pot.
Eko, salah seorang pedagang, mengaku telah berada di Takengon selama satu minggu. Ia datang setelah mendapat informasi dari seorang sahabat mengenai ramainya kunjungan masyarakat menjelang pelaksanaan Pacuan Kuda Tradisional Takengon.
Selama berada di Aceh Tengah, Eko mengaku sejumlah bonsai yang dibawanya telah berhasil terjual.
“Alhamdulillah sudah ada bang. Namanya jualan, kadang cocok di konsumen kadang tidak. Namanya cari makan bawa kesana kemari daganganya,” ucap Eko sambil pamitan menuju salah satu perkantoran, 10 Juni 2026.
Mengaku menginap dirumah kenalan ditengah Kota, Eko datang berdagang karena di Jawa sangat susah untuk mencari pekerjaan untuk sesuai nasi, katanya. (jur)
Tidak ada komentar