x

Futsal Lhokseumawe Satukan Generasi, Gaungkan Gerakan Anti Judi Online di Bulan Ramadhan 

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Mar 2026 06:19 12 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH -Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar pada Selasa, (17/3). Momentum buka puasa bersama ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat komitmen kolektif melawan praktik judi online di kalangan generasi muda.

 

Kegiatan yang melibatkan atlet, mantan atlet, serta pengurus futsal lintas generasi ini dinilai strategis dalam membangun ketahanan mental dan karakter.

 

Sekretaris LPPM Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Eng. M. Fikry, dalam sambutannya menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting sebagai benteng sosial dalam menghadapi berbagai tantangan moral, termasuk maraknya judi online yang menyasar anak muda.

 

Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas olahraga harus terus diperkuat agar mampu menciptakan ruang pembinaan yang berkelanjutan. “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya membangun generasi yang tangguh, berintegritas, dan sadar hukum,” ujarnya.

 

Ketua Asosiasi Futsal Kota Lhokseumawe periode 2021–2025, Ferdy Saputra, turut menyoroti nilai historis dari kegiatan tersebut. Ia menyebut pertemuan tiga generasi tim futsal PORA sebagai momen langka yang sarat makna, sekaligus menjadi simbol kesinambungan pembinaan olahraga di daerah.

 

“Ini bukan hanya reuni, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan nilai-nilai positif antar generasi,” katanya.

 

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi hukum yang memberikan penguatan perspektif terkait kesadaran hukum dan bahaya laten judi online. Diskusi yang berkembang menekankan pentingnya edukasi sejak dini serta peran komunitas dalam mencegah penyimpangan perilaku di tengah masyarakat.

 

Sementara itu, Pembina Self Management Indonesia, Azwar Jafar, bersama Muhammad Zaki, memberikan motivasi tentang pentingnya pengelolaan diri dalam menghadapi tekanan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

 

Melalui kegiatan ini, sinergi antara akademisi, praktisi, dan komunitas olahraga diharapkan semakin solid dalam menciptakan ekosistem pembinaan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif. Futsal pun tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga sarana membangun karakter dan menjaga masa depan generasi bangsa.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah akademisi dan pakar hukum, di antaranya Dr. Hadi Iskandar, S.H., M.H., Dr. Yusrizal Hasbi, S.H., M.H., Dr. Budi Bahreisy, S.H., M.H., serta Romi Asmara, S.H., M.Hum. Kehadiran para akademisi ini turut memberikan perspektif intelektual dalam penguatan nilai-nilai hukum dan karakter bagi generasi muda. (arm/ard)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x