x

Dari Lhokseumawe, Abdul Gani Pimpin Transformasi STIKes Muhammadiyah Menuju Institut

waktu baca 4 menit
Senin, 31 Agu 2026 13:57 7 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE — Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi melantik Dr. Abdul Gani Haitamy, S.H., M.H. sebagai Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe periode 2026–2030. Kepemimpinan baru ini membawa agenda besar, memperluas infrastruktur kampus hingga mendorong transformasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe menjadi Institut Muhammadiyah Lhokseumawe.

 

Pelantikan dilakukan oleh Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D., Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Kampus STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (31/8/2026).

 

Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pengukuhan anggota Badan Pembina Harian (BPH) serta pembukaan Mastamaru STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, yang menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru.

 

Target Baru: Kampus Berkembang, Status Berubah

 

Di hadapan civitas akademika dan para tamu undangan, Abdul Gani Haitamy memaparkan arah besar kepemimpinannya dalam empat tahun mendatang.

 

Salah satu prioritas utama adalah melanjutkan pembangunan kawasan kampus untuk menjawab meningkatnya kebutuhan ruang belajar mahasiswa.

 

Saat ini, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe memiliki sekitar 365 mahasiswa. Pertumbuhan jumlah mahasiswa tersebut, menurut Abdul Gani, harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai.

 

“Kita masih memiliki lahan kosong di belakang kampus. Ke depan, kita akan membangun gedung baru untuk memenuhi kebutuhan fasilitas mahasiswa dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

 

Pembangunan fasilitas baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas perkuliahan dapat berjalan lebih optimal dan tidak terbatas oleh ketersediaan ruang kelas.

 

Namun, agenda yang dibawa Abdul Gani tidak berhenti pada pembangunan fisik.

 

Ia juga menargetkan transformasi kelembagaan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) menjadi Institut Muhammadiyah Lhokseumawe.

 

Transformasi tersebut nantinya diharapkan membuka peluang pengembangan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.

 

“Kita akan berupaya melakukan perubahan bentuk dari STIKes menjadi Institut Muhammadiyah Lhokseumawe, sekaligus menambah program studi baru yang kompeten dan diminati masyarakat,” katanya.

 

Muhammadiyah Tekankan Pengawasan dan Kolaborasi

 

Dalam sambutannya, Fitri Arofiati menegaskan pentingnya peran Badan Pembina Harian dalam mendampingi sekaligus mengawasi jalannya kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

 

Menurutnya, kepemimpinan perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, pendampingan dan sistem pengawasan yang kuat agar seluruh program pendidikan berjalan sesuai dengan amanah organisasi.

 

BPH, kata Fitri, memiliki peran strategis dalam mendampingi Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 

Pengawasan tersebut penting untuk memastikan arah pengembangan institusi tetap berjalan sesuai dengan visi Muhammadiyah dan kebutuhan pendidikan masyarakat.

 

Pesan untuk Mahasiswa Aceh: Jangan Minder, Bermimpilah Besar

 

Pesan yang paling kuat dalam kegiatan tersebut juga ditujukan kepada mahasiswa.

 

Fitri Arofiati mengajak mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe untuk menjadi generasi yang optimistis dan tidak pernah merasa rendah diri karena berada jauh dari pusat pemerintahan nasional.

 

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemikir, ilmuwan dan tokoh-tokoh besar yang memberikan kontribusi bagi bangsa.

 

“Jangan pernah merendah diri hanya karena kalian berada di Aceh. Justru dari Aceh telah muncul pemikir dan ilmuwan yang luar biasa,” pesannya.

 

Ia mengingatkan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang berani memiliki mimpi besar.

 

Namun, mimpi tersebut, katanya, tidak akan terwujud tanpa kerja keras, disiplin dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan.

 

Mahasiswa diminta untuk menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk membangun kompetensi, karakter dan keberanian menghadapi perubahan zaman.

 

Mastamaru Dibuka, Mahasiswa Baru Resmi Memulai Perjalanan Akademik

 

Kegiatan pelantikan juga dirangkaikan dengan pembukaan Mastamaru STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.

 

Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, turut hadir dan secara simbolis melepas balon ke udara sebagai tanda dimulainya kegiatan Mastamaru.

 

Sebelumnya, dilakukan pula pemasangan selempang mahasiswa baru dan pemakaian almamater oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan bersama Fitri Arofiati.

 

Momentum tersebut menjadi awal perjalanan akademik bagi mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di lingkungan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRK Lhokseumawe Farhan, jajaran pengurus Muhammadiyah Provinsi Aceh, pengurus Muhammadiyah Kota Lhokseumawe, Kapolsek Muara Satu Iptu Abdul Karim, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan lainnya.

 

Dengan kepemimpinan baru dan agenda transformasi yang telah dicanangkan, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe kini memasuki fase baru.

 

Tantangannya bukan hanya memperluas bangunan dan menambah ruang kelas, tetapi juga membangun institusi pendidikan yang mampu bersaing, melahirkan sumber daya manusia unggul, serta menjawab kebutuhan dunia kesehatan dan pendidikan di masa depan.

 

Dari Lhokseumawe, sebuah agenda besar kini dimulai, membangun kampus yang lebih kuat, lebih modern, dan bersiap naik kelas menjadi Institut Muhammadiyah Lhokseumawe. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x