x

Kemenekraf Gelar Creative Recovery for Children untuk Anak Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

waktu baca 3 menit
Minggu, 30 Agu 2026 22:00 1 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf)

menggelar program “Creative Recovery for Children: Melukis Bersama Anak-Anak di Aceh Tamiang” pada 27–29 Agustus 2026. Inisiatif melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan ini dirancang sebagai pemulihan trauma (trauma healing) berbasis seni rupa bagi anak-anak terdampak bencana banjir bandang tahun 2025.

 

Direktur Kuliner Kemenekraf, Romi Astuti, yang hadir mewakili Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada infrastruktur fisik belaka. Menurutnya, pemulihan jiwa anak-anak menjadi aspek penting yang harus digarap secara intensif.

 

“Setelah bencana, yang perlu dipulihkan bukan hanya bangunan, tetapi juga jiwa dan senyum anak-anak kita. Melalui seni, kita menyediakan ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan ketakutan, harapan, dan mimpi,” kata Romi dalam keterangannya, Minggu (30/8).

 

Program berbentuk bootcamp intensif selama tiga hari ini melibatkan 100 peserta, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP. Didampingi mentor profesional, seniman lokal, hingga psikolog klinis, para peserta diajak mengeksplorasi karya dengan tema “Bangkit” dan “Harapan Baru”.

Menariknya, para peserta juga memanfaatkan pigmen alami yang diolah dari lumpur dan debu sisa bencana sebagai medium melukis. Pendekatan ini dipakai sebagai simbolisasi transformasi trauma akibat bencana menjadi sebuah karya seni.

 

Pendiri Kids Biennale Indonesia, Agatha Anggira Paramita Putri (Gie Sanjaya), menjelaskan metode yang diterapkan berfokus penuh pada proses ekspresi emosi anak.

“Fokus utama kami adalah pada proses dan pengalaman anak, bukan sekadar hasil akhir. Seni di sini berfungsi sebagai jembatan pemulihan jiwa,” ujar Gie Sanjaya.

 

Selain pendampingan seni, Kemenekraf melibatkan psikolog klinis Yulfa Islaini untuk melakukan asesmen psikologis sekaligus mengajarkan teknik regulasi emosi. Hasil asesmen tersebut nantinya disusun menjadi laporan panduan pemulihan bagi orang tua dan guru.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang, Yusriati, menyampaikan apresiasi atas hadirnya intervensi psikososial ini bagi anak-anak di daerahnya.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan melukis, melainkan upaya menyalakan api optimisme dan melatih ketangguhan anak-anak pascabencana,” ujar Yusriati saat membuka acara.

 

Seluruh rangkaian program ini merupakan implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam. Karya anak-anak tidak hanya akan dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual seperti art print dan merchandise, tetapi juga akan dirangkai menjadi instalasi umbul-umbul besar untuk dipamerkan di pameran lokal Aceh Tamiang hingga Pameran Nasional di Jakarta. (ddh)

 

Teks foto:

SENI MELUKIS:

Sejumlah pelajar tingkat SD dan SMP menyelesaikan lukisan mereka dalam kegiatan Creative Recovery for Children: Melukis Bersama Anak-Anak di Aceh Tamiang yang berlangsung di Rizqina Café, Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kamis (27/8/2026). RAKYAT ACEH/IST

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x