Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat regenerasi ulama melalui pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan X, Rabu (29/4), di Aula Mitra Hotel Lhoksukon. FOR RAKYAT ACEH.LHOKSUKON | RAKYAT ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat regenerasi ulama melalui pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan X, Rabu (29/4), di Aula Mitra Hotel Lhoksukon.

Program kaderisasi strategis ini dirancang untuk melahirkan ulama muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu syariat Islam, tetapi juga adaptif dalam merespons dinamika sosial, budaya, dan tantangan global yang terus berkembang.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, dan diikuti oleh 38 peserta terpilih yang akan menjalani pendidikan intensif berbasis penguatan keilmuan, kepemimpinan, serta peran sosial keumatan.
Dalam sambutannya, Abu Manan menegaskan bahwa PKU merupakan program unggulan yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun sebagai langkah konkret mencetak ulama yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus kepekaan terhadap realitas sosial.
“PKU ini dirancang untuk melahirkan ulama yang berwawasan luas, berpikir moderat, dan mampu menjadi rujukan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan umat secara kontekstual,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPU dalam membina kader ulama muda sebagai aset strategis daerah. Menurutnya, keberadaan ulama memiliki posisi sentral dalam pembangunan sosial dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya menjaga identitas keislaman Aceh sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berintegritas,” kata Tarmizi.
Di sisi lain, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, melalui Kasat Binmas AKP Supianto, menilai ulama memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.
“Ulama tidak hanya menjadi penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, serta memperkuat persatuan dan kerukunan,” ujarnya.
Melalui PKU Angkatan X ini, diharapkan lahir generasi ulama muda yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu menjadi penyejuk, perekat sosial, serta agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam secara bijak, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, khususnya di Aceh Utara.
Turut hadir dalam kegiatan itu, selain Ketua MPU Aceh Utara Tgk H. Abdul Manan (Abu Manan), juga Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Tgk Jamaluddin Ismail (Walidi), anggota MPU Drs. Tgk Hamdani, MA, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres Aceh Utara diwakili Kasat Binmas AKP Supianto, Kepala Dinas Syariat Islam, Hadaini, Kepala BPKD Nazar Hidayat dan unsur terkait lainnya.(arm/ra)
Tidak ada komentar