Foto : Pelatihan peserta pelaku ekonomi kreatif bagi daerah terdampak banjir oleh tim Kementerian Ekraf di aula Setdako Lhokseumawe, Kamis 20 Agustus 2026. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEHLHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus mendorong pemulihan ekonomi kreatif di wilayah terdampak bencana melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Salah satunya melalui Workshop Desain Kemasan yang diselenggarakan di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Kamis 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas, fungsi, dan daya tarik kemasan produk, sekaligus mendukung pelaku usaha agar dapat kembali bersaing di pasar setelah terdampak banjir akhir November pada 2025 lalu.
Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, mengawali acara Workshop yang diikuti pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya, khususnya pengrajin sulam bordir dan anyaman yang terdampak banjir.
Lebih lanjutp, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menyampaikan bahwa kemasan dan branding dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk.
“Harapannya, peserta dapat memperoleh manfaat yang langsung diterapkan pada produk mereka. Dengan penguatan kemasan maupun branding, produk diharapkan memiliki nilai tambah, tampil lebih menarik, dan semakin siap bersaing di pasar,” ujarnya.
Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha pelaku ekonomi kreatif, khususnya di wilayah terdampak bencana, sehingga produk kreatif lokal dapat kembali tumbuh dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Pemilihan subsektor ini mempertimbangkan potensi kriya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Kota Lhokseumawe yang dapat dikembangkan melalui penguatan desain, kemasan, dan branding.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata turut berperan dalam mengidentifikasi potensi dan menjaring peserta sesuai kebutuhan program. (ung)
Tidak ada komentar